Sedekah desa (sedekah bumi) adalah upacara adat yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi dan karunia lainnya. Upacara ini biasanya dilakukan di desa-desa dan melibatkan seluruh warga setempat. Pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh Ki Dalang Sigit Ariyanto S.Sn dari Kabupaten Rembang dengan lakon "Wahyu Makutoromo".
Rincian Sedekah Desa:
-
Tujuan:Sedekah desa bertujuan untuk melestarikan adat istiadat dan budaya warisan leluhur.
-
Proses:Warga bergotong royong membawa hasil bumi, seperti nasi tumpeng, buah-buahan, dan sayuran, diarak ke balai desa.
Perebutan Hasil Bumi:
Sesampainya di balai desa, hasil bumi tersebut akan diperebutkan oleh warga.
Doa Bersama:
Acara biasanya diakhiri dengan doa bersama, memohon keselamatan dan kemakmuran bagi desa.
Hiburan:
Setelah doa, seringkali ada hiburan, seperti tayuban (jejogetan dengan sinden) atau pagelaran seni.
Makna Sedekah Desa:
Rasa Syukur: Sedekah desa merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas segala karunia yang telah diberikan.
Kebersamaan: Acara ini juga menguatkan rasa kebersamaan dan gotong royong antar warga.
Pentingnya Alam: Sedekah desa mengajarkan pentingnya menghargai alam dan hasil bumi.
Pendidikan Moral: Upacara ini juga memiliki nilai pendidikan moral, seperti nilai kebersamaan, rasa syukur, dan peduli terhadap alam.